Kamis, 21 April 2016

Uang Jajan Terasa Awet

Di minggu ke 4 ini saya sangat benar benar nyaman karena uang jajan terasa awet, kenapa? karena Bu ati selalu minta di bantuin kerjaa nya dari jam 9 nan sampe jam sebelas saya dan kedua rekan saya dan Bu ati selalu memberi uang jajan kepada kami masing masing sepuluh ribu haha lumayan.

 setelah jam sebelas saya membantu bu evi bekerja setelah selesai bekerja kira kira jam 2 siangan bu evi selalu mengajak saya dan kedua rekan saya untuk makan siang, kadang padang, kadang mie instan, bakso dan jajanan lain nya yang ada di sekitar pasar, saya benar benar nyaman karena uang jajan terasa awet haha.

 meskipun cape tapi ibu ibu nya pada baik dan suka bercanda jadi tidak terasa haha, meskipun begitu kami harus benar benar kuat mental menghadapi para pedagang pasar yang marah marah ketika di data kios nya tidak suka bayar uang distirbusi, dan ketika di tanya harga sembako wqwq, dan kata kata paling pedes dari seorang pedagang di pasar ketika saya dan rekan saya salah menempel nomor kios alias tidak sinkron data yang di kertas sama nomor kios nya, kami juga menyadari ketika kami copot kembali dan pedagang mendatangi kami dan berkata " Gimana ini teh baru kelas 11 pklan udah di ajar ga bener, bener bener ini mah anak pklan teh", kami sempat kesal dan menahan emosi, dan rekan saya yaitu Chika bio melawan pedangang itu dan berdebat dengan pedagang itu, kami dan bu evi berusaha mendinginkan suasana haha. dan bu evi berkata gapapa mereka ngomong apa juga, masuk telinga kanan keluar telinga kiri.dan disini kami belajar mengendalikan emosi dan mental :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar